Serdang Bedagai - Tabrakan antara kereta api dan satu unit mobil minibus menyebabkan tujuh orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka, Jumat (28/10/2011) malam. Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Trianda, Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut).
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 22.15 WIB. Bermula ketika mobil mobil Toyota Kijang Krista nomor polisi BK 1188 WS dari arah Medan melewati perlintasan kereta api yang berada di Perbaungan.
“Saat itu pintu perlintasan tidak tertutup,” kata Nasir Saragih, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Ternyata dari pada saat yang bersamaan melintas kereta api dengan lokomotif nomor BB 303-73-03 yang sedang menuju Medan. Tabrakan pun tak bisa dihindari. Mobil yang membawa 10 orang itu terseret hingga beberapa ratus meter.
Upaya masyarakat bersama petugas untuk mengevakuasi para korban dalam mobil tersebut, mengalami kesulitan karena kondisi mobil yang rusak berat. Dalam upaya menyelamatkan nyawa mereka, seluruh korban kemudian dibawa ke RS Trianda, yang berada di Pasar Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai. Namun sebagian korban sudah meninggal dunia.
Para korban yang tewas dalam kejadian tersebut, antara lain Joko (35) yang juga pengemudi mobil, Edi Pranata (19), Supriatik (60), Misnan (62), D. Syahputra (37), Lilik (34) serta seorang lagi dengan nama AN. Sementara tiga korban yang selamat masing-masing Ica yang masih berusia 9 tahun, Gusti Randa yang berusia 2 tahun serta Aprianti, 25 tahun.
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 22.15 WIB. Bermula ketika mobil mobil Toyota Kijang Krista nomor polisi BK 1188 WS dari arah Medan melewati perlintasan kereta api yang berada di Perbaungan.
“Saat itu pintu perlintasan tidak tertutup,” kata Nasir Saragih, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Ternyata dari pada saat yang bersamaan melintas kereta api dengan lokomotif nomor BB 303-73-03 yang sedang menuju Medan. Tabrakan pun tak bisa dihindari. Mobil yang membawa 10 orang itu terseret hingga beberapa ratus meter.
Upaya masyarakat bersama petugas untuk mengevakuasi para korban dalam mobil tersebut, mengalami kesulitan karena kondisi mobil yang rusak berat. Dalam upaya menyelamatkan nyawa mereka, seluruh korban kemudian dibawa ke RS Trianda, yang berada di Pasar Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai. Namun sebagian korban sudah meninggal dunia.
Para korban yang tewas dalam kejadian tersebut, antara lain Joko (35) yang juga pengemudi mobil, Edi Pranata (19), Supriatik (60), Misnan (62), D. Syahputra (37), Lilik (34) serta seorang lagi dengan nama AN. Sementara tiga korban yang selamat masing-masing Ica yang masih berusia 9 tahun, Gusti Randa yang berusia 2 tahun serta Aprianti, 25 tahun.

4 komentar:
menurut saya yang salah dari pihak kreta api. khususnya yang jaga palang perlintasan. karna yang jaga palang cuma tidur n makan gaji buta makanya gak tau kalo kreta akan melintas.... apalagi saksi yang bermarga saragi itu telah menegaskan kalo palang memang tidak tertutup saat kreta akan melintas. atas kelalaian yang bertugas orang lain harus jadi korban. mohon di tindaklanjuti dan berikan hukuman yang seberat-beratnya kepada petugas yang lalai ato mau makan gajibuta itu...
Kejadian kecelakaan di lintasan kereta api di Serdang Bedagai memang relatif sering terjadi, karena palang pintu tidak dijaga, jika masalah palang pintu tidak dijaga, atau tidak ditutup, pada hal Kereta Api lewat, dan mini bus juga lewat, jelas ini kesalahan di pihak PJKA, awasi dong atau cek and recek petugas anda di lapangan, khususnya penjaga pintu, jadi PJKA hrs bertanggung jawab atas kerugian pihak minibus tsb- bertanggung jawablah PJKA, jangan lagi dicari kambing hitam yg lain- Semoga
Petinggi PT.KAI shrsnya menberi pernyataan atas musibah yg terjadi ini. Jgn hanya menganggap mslh ini mslh sepele. Dan pengumuman suara wkt palang tertutup, HARUS diganti. Coba dengarkan aja, bagi siapa yg tdk memperhatikannya. Terbilang palang kereta api bukan lah rambu2 lalu lintas, tetapi diminta kpd masyarakat utk berhati2. Dgn dalih, kalau terjadi sesuatu, itu adalah kelalaian masyarakat. Bukan PT.KAI. Adilkan????!!!! Coba kalau ada sanak saudara yang bekerja di PT.KAI yg terkena musibah tersebut, bagaimana perasaan kalian???!!!!
Nah itu lah kehebatan dari petugas di negara ini. Siapa yg bertanggung jwb skr? Ironis
Post a Comment
Terima Kasih telah memberi Komentar