Liputan6.com, Jakarta: Tragedi bom bunuh diri di Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah, Ahad kemarin membuat keprihatinan banyak pihak, termasuk Indonesia Police Watch (IPW).
IPW menilai terulangnya kembali ledakan bom bunuh diri di tempat ibadah menunjukkan pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono gagal melindungi masyarakat, terutama yang sedang melaksanakan ibadah.
"Tragisnya lagi bom bunuh diri yang meledak di Gereja Kepunton, Solo, Jateng itu terjadi beberapa hari setelah masyarakat Lintas Agama melakukan aksi keprihatinan di depan Istana Merdeka, Jakarta," ucap Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam surat elektronik kepada wartawan, Jakarta, Senin (26/9).
Neta mengatakan ledakan bom menunjukkan pemerintah SBY tak serius membenahi kinerja intelijen dan sistem keamanan di negeri ini. "Sepertinya pemerintah SBY tidak pernah belajar dari kasus-kasus sebelumnya. Dan, berharap SBY mengevaluasi kinerja Kepala BIN Sutanto dan menggantinya dengan figur baru yang profesional dalam meningkatkan kinerja dan deteksi intelijen," tutur Neta.
IPW juga meminta Kapolri Jendral Timur Pradopo mengevaluasi kinerja Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri dan Kepala Daerah Jateng. "Meletusnya kembali kerusuhan Ambon adalah gambaran buruk dari kinerja Intelkam Polri dan ketidakmampuan Intelkam Polri terulang kembali dalam kasus bom di Solo," tutup Neta.(AIS)
IPW menilai terulangnya kembali ledakan bom bunuh diri di tempat ibadah menunjukkan pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono gagal melindungi masyarakat, terutama yang sedang melaksanakan ibadah.
"Tragisnya lagi bom bunuh diri yang meledak di Gereja Kepunton, Solo, Jateng itu terjadi beberapa hari setelah masyarakat Lintas Agama melakukan aksi keprihatinan di depan Istana Merdeka, Jakarta," ucap Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam surat elektronik kepada wartawan, Jakarta, Senin (26/9).
Neta mengatakan ledakan bom menunjukkan pemerintah SBY tak serius membenahi kinerja intelijen dan sistem keamanan di negeri ini. "Sepertinya pemerintah SBY tidak pernah belajar dari kasus-kasus sebelumnya. Dan, berharap SBY mengevaluasi kinerja Kepala BIN Sutanto dan menggantinya dengan figur baru yang profesional dalam meningkatkan kinerja dan deteksi intelijen," tutur Neta.
IPW juga meminta Kapolri Jendral Timur Pradopo mengevaluasi kinerja Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri dan Kepala Daerah Jateng. "Meletusnya kembali kerusuhan Ambon adalah gambaran buruk dari kinerja Intelkam Polri dan ketidakmampuan Intelkam Polri terulang kembali dalam kasus bom di Solo," tutup Neta.(AIS)

0 komentar:
Post a Comment
Terima Kasih telah memberi Komentar