Search This Blog

Loading...

SECURE ONLINE PAYMENT

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Sunday, August 14, 2011

Polisi: Jangan Stop Kendaraan Jika Dirazia di Tempat Sunyi

Medan - Pembunuh karyawati Bank BRI Syariah Medan, Wahyuni Simangunsong menggunakan modus razia untuk mencari mangsa. Polisi pun mengimbau agar masyarakat tidak mengentikan kendaraan jika ada razia yang dilakukan di tempat sepi.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (12/8/2011), Kapolresta Medan Kombes Tagam Sinaga menyampaikan imbauan agar masyarakat lebih hati-hati menyikapi pelaksanaan razia. Jika memang mencurigakan, sebaiknya kendaraan jangan berhenti dan segera pergi ke pos polisi terdekat.

"Jangan mau berhenti jika dihentikan di tempat yang sunyi, dan petugasnya tidak ramai. Tutup kaca mobil jika ada kecurigaan," kata Tagam Sinaga kepada wartawan di Polresta Medan, Jl HM Said, Medan.

Razia yang dilaksanakan polisi, kata Tagam, juga menggunakan plang razia. Jika ada razia yang tidak terlihat plang, pengemudi yang distop kendaraannya, dapat menanyakan identitas polisi yang bersangkutan.

Pernyataan senada juga disampaikan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso. "Kalau dihentikan di tempat sepi langsung terobos saja. Kalau dikejar, langsung lari ke pos polisi terdekat," saran Heru.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wahyuni Simangunsong Bank BRI Syariah Medan diculik pada Senin (1/8 di Medan, dan mayatnya kemudian ditemukan pada 5 Agustus 2011 di Kabupaten Samosir, Sumut. Sebelum hilang, diketahui dia mengabarkan kepada temannya melalui pesan singkat, dia terkena razia.

Berdasarkan pengakuan 4 pembunuh Wahyuni yang ditangkap polisi, mereka menggunakan modus razia dalam mencari korban. Satu pelaku menggunakan seragam polisi, yakni Erwin Panjaitan yang memang polisi berpangkat briptu, satu orang menggunakan seragam Dinas Perhubungan yakni Suherman, dan dua pelaku perempuan yang merupakan istri para pelaku, yakni Ria Hutabarat dan Eva Lestari, menggunakan seragam polwan.

Korban Wahyuni yang melintas di Simpang Pemda, Jl Setia Budi, Medan, dengan mobil Innova warna hitam BK 1356 JH dihentikan pada Senin sore. Sementara Erwin menghentikan mobil, tiga lainnya masuk ke dalam dan menyekap korban. Mobil diambil alih dan dikemudikan ke arah Brastagi, Tanah Karo.

Di Brastagi, dengan menggunakan kartu ATM korban dilakukan penarikan uang dari tabungan korban sebanyak empat kali dengan total penarikan Rp 69 juta. Seterusnya korban dibunuh, dan mayatnya dibuang di bawah jembatan di Tele, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir dan ditemukan pada 5 Agustus 2011

1 komentar:

Timbul Sihombing said...

Setuju dengan pernyataan Kapolresta Medan. Saat ini khususnya di jalan sepi di Kecamatan sering razia dadakan .Terkadang oknum Polisi hanya 2 orang saja.

Post a Comment

Terima Kasih telah memberi Komentar

Our Rules - Peraturan Kami

PERHATIAN !!!

Peraturan I :

Kami TIDAK Menerima / Melayani

Peng–AKSES / Hobbies / Pelanggan Iseng / Kolektor

SITUS PORNO

(Situs yg menampilkan baik Gambar maupun Film Porno)

di DREAM NET

Alasan kami :

Selain memperlambat akses internet pelanggan kami yang lain, Dan Melanggar Peraturan Pemerintah, juga

tidak sopan dilakukan di tempat umum ( misalnya : di DREAM NET )

Terima kasih atas Perhatian dan Kerjasama Anda

Anda Sopan Kami Bangga ^_^

Google