
(detiksport/Rossi Finza Noor)
Jakarta - Untuk pertama kalinya pemain Belanda berdarah Maluku itu, Giovanni van Bronckhorst, menginjakkan kakinya di Indonesia. Satu kalimat ia serukan di depan wartawan: "Selamat pagi semuanya".
Van Bronckhorst mendarat di bandara internasional Soekrno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, pada hari Selasa (21/6/2011) pukul 08.40 WIB, setelah terbang selama 18 jam di udara dengan pesawat Garuda Indonesia.
"Just landed in jakarta!! Good flight with garuda!! OMW 2 the hotel now!" demikian seruan Van Bronckhrost melalui akun twitter-nya, tak lama setelah mendarat di bumi Nusantara.
Oleh pihak promotor, ThreeSixty Entertainment, ia langsung dibawa menuju Hotel Grand Hyatt, tempat di mana puluhan wartawan sudah menantinya.
Masuk ke ruangan acara jam setengah 11, mantan pemain Arsenal, Barcelona dan Feyenoord itu langsung dihujani lampu kamera dari para wartawan. Walaupun habis melakukan perjalanan beribu-ribu kilometer, tidak tampak kelelahan berlebihan dari sosok pria berusia 36 tahun itu.
Selama beberapa menit Van Bronckhorst meladeni permintaan juru foto dan kamera untuk berpose. Dengan wajah tenang, sesekali melebarkan senyuman dan mengacungi jempol, ia membiarkan dirinya menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di tempat itu.
Setelah diperkenalkan oleh pembaca acara, artis Cathy Sharon, Van Bronckhorst yang mengenakan polo shirt putih itu pun memberikan sambutannya dalam bahasa Inggris. Ia sempat diinterupsi oleh sang MC, apakah bisa berbicara dengan bahasa Indonesia.
Sambil tersenyum, kapten Belanda di final Piala Dunia 2010 itu berseloroh. "Selamat pagi semuanya. Aku bisa bahasa sedikit ..." Hadirin pun memberi tepuk tangan meriah atas usahanya itu.
Ia lalu menjelaskan ihwal kedatangannya di Indonesia, yang intinya adalah ingin mendirikan sebuah yayasan untuk membantu anak-anak yang kurang mampu tapi ingin mengasah bakatnya di dunia sepakbola, sekaligus memperbaiki pendidikan mereka.
Van Bronckhorst mendarat di bandara internasional Soekrno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, pada hari Selasa (21/6/2011) pukul 08.40 WIB, setelah terbang selama 18 jam di udara dengan pesawat Garuda Indonesia.
"Just landed in jakarta!! Good flight with garuda!! OMW 2 the hotel now!" demikian seruan Van Bronckhrost melalui akun twitter-nya, tak lama setelah mendarat di bumi Nusantara.
Oleh pihak promotor, ThreeSixty Entertainment, ia langsung dibawa menuju Hotel Grand Hyatt, tempat di mana puluhan wartawan sudah menantinya.
Masuk ke ruangan acara jam setengah 11, mantan pemain Arsenal, Barcelona dan Feyenoord itu langsung dihujani lampu kamera dari para wartawan. Walaupun habis melakukan perjalanan beribu-ribu kilometer, tidak tampak kelelahan berlebihan dari sosok pria berusia 36 tahun itu.
Selama beberapa menit Van Bronckhorst meladeni permintaan juru foto dan kamera untuk berpose. Dengan wajah tenang, sesekali melebarkan senyuman dan mengacungi jempol, ia membiarkan dirinya menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di tempat itu.
Setelah diperkenalkan oleh pembaca acara, artis Cathy Sharon, Van Bronckhorst yang mengenakan polo shirt putih itu pun memberikan sambutannya dalam bahasa Inggris. Ia sempat diinterupsi oleh sang MC, apakah bisa berbicara dengan bahasa Indonesia.
Sambil tersenyum, kapten Belanda di final Piala Dunia 2010 itu berseloroh. "Selamat pagi semuanya. Aku bisa bahasa sedikit ..." Hadirin pun memberi tepuk tangan meriah atas usahanya itu.
Ia lalu menjelaskan ihwal kedatangannya di Indonesia, yang intinya adalah ingin mendirikan sebuah yayasan untuk membantu anak-anak yang kurang mampu tapi ingin mengasah bakatnya di dunia sepakbola, sekaligus memperbaiki pendidikan mereka.
Jakarta - Selasa (21/6/2011) pagi ini Giovani van Bronckhorst tiba di Indonesia. Meski mengantongi paspor Belanda, kedatangan Gio ke tanah air selayaknya kepulangan dia ke rumahnya yang kedua.
Pesawat yang membawa Van Bronckhorst dijadwalkan akan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa pagi ini pukul 08.40 WIB. Kapten timnas Belanda di Piala Dunia 2010 itu berkunjung ke Indonesia untuk melakukan serangkaian aktivitas mulai dari aksi sosial hingga berpartisipasi di ajang Starbol.
Lahir di Rotterdam, Belanda, pada 5 Februari 1975, Van Bronckhorst langsung mengantongi kewarganegaraan Belanda. Namun begitu, darah Indonesia kental mengalir dalam tubuhnya mengingat kedua orang tuanya yang asal Indonesia.
Ayahnya, Victor van Bronckhorst, adalah pria berdarah campuran Indonesia-Belanda. Sementara itu ibunya, bernama asli Fransien Sapulette, adalah wanita yang asli berasal dari Maluku.
Van Bronckhorst dijadwalkan akan berada di Indonesia mulai tanggal 22 hingga 25 Juni mendatang. Di hari pertamanya ini mantan bek Barcelona dan Arsenal itu akan langsung menuju Hotel Grand Hyatt setelah pesawatnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.
Beberapa kegiatan yang akan dilakukan Van Bronckhorst di antaranya adalah coaching clinic di Stadion GBK dan acara meet and greet dengan penggemar yang menurut rencana dilangsungkan di Blitz Megaplex.
Pada Rabu (22/6/2011) besok pria 36 tahun itu juga direncanakan akan ikut bermain dalam pertandingan Starbol, sebuah laga yang mempertemukan pemain lokal menghadapi pemain asing yang berlaga di ISL dan LPI. Belum diketahui berapa lama Van Bronckhorst akan bermain dalam laga tersebut, namun dipastikan dia bergabung di tim International Star yang ditangani oleh Jacksen F Tiago (pelatih Persipura Jayapura).
Kegiatan sosial bisa dibilang menjadi misi utama kedatangan pemilik 106 caps dan sumbangan enam gol buat Belanda itu. Kedatangan Van Bronckhorst ke Indonesia ini punya tajuk amal yakni Giovanni van Bronckhorst @all children of Indonesia
Gio, begitu Van Bronckhorst biasa dipanggil, berencana membuat sebuah sekolah sepakbola yang bukan sekadar SSB. Mereka yang rencananya akan berlatih di sana adalah anak-anak yang tidak mampu dan akan dilatih dengan sungguh-sungguh untuk mengembangkan potensi mereka. Dia juga akan menjadi pesepakbola Eropa pertama yang mendirikan yayasan di Indonesia dengan nama Giovanni van Bronckhorst Foundation.
Sementara di hari Jumat (24/6/2011) mendatang Van Brockhorst akan melakukan lelang amal di Jakarta, nantinya seluruh dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendirikan yayasan tersebut. Rencananya, akan ada beberapa memorabilia dari sang pemain, termasuk kostum Belanda yang dipakainya di Piala Dunia 2010, yang akan dilelang.
Beberapa kostum dari pemain yang sempat bertukar kaos dengannya pun dikabarkan juga akan dilelang pada acara yang akan berlangsung di Hotel Kempinsky tersebut.
Pesawat yang membawa Van Bronckhorst dijadwalkan akan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa pagi ini pukul 08.40 WIB. Kapten timnas Belanda di Piala Dunia 2010 itu berkunjung ke Indonesia untuk melakukan serangkaian aktivitas mulai dari aksi sosial hingga berpartisipasi di ajang Starbol.
Lahir di Rotterdam, Belanda, pada 5 Februari 1975, Van Bronckhorst langsung mengantongi kewarganegaraan Belanda. Namun begitu, darah Indonesia kental mengalir dalam tubuhnya mengingat kedua orang tuanya yang asal Indonesia.
Ayahnya, Victor van Bronckhorst, adalah pria berdarah campuran Indonesia-Belanda. Sementara itu ibunya, bernama asli Fransien Sapulette, adalah wanita yang asli berasal dari Maluku.
Van Bronckhorst dijadwalkan akan berada di Indonesia mulai tanggal 22 hingga 25 Juni mendatang. Di hari pertamanya ini mantan bek Barcelona dan Arsenal itu akan langsung menuju Hotel Grand Hyatt setelah pesawatnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.
Beberapa kegiatan yang akan dilakukan Van Bronckhorst di antaranya adalah coaching clinic di Stadion GBK dan acara meet and greet dengan penggemar yang menurut rencana dilangsungkan di Blitz Megaplex.
Pada Rabu (22/6/2011) besok pria 36 tahun itu juga direncanakan akan ikut bermain dalam pertandingan Starbol, sebuah laga yang mempertemukan pemain lokal menghadapi pemain asing yang berlaga di ISL dan LPI. Belum diketahui berapa lama Van Bronckhorst akan bermain dalam laga tersebut, namun dipastikan dia bergabung di tim International Star yang ditangani oleh Jacksen F Tiago (pelatih Persipura Jayapura).
Kegiatan sosial bisa dibilang menjadi misi utama kedatangan pemilik 106 caps dan sumbangan enam gol buat Belanda itu. Kedatangan Van Bronckhorst ke Indonesia ini punya tajuk amal yakni Giovanni van Bronckhorst @all children of Indonesia
Gio, begitu Van Bronckhorst biasa dipanggil, berencana membuat sebuah sekolah sepakbola yang bukan sekadar SSB. Mereka yang rencananya akan berlatih di sana adalah anak-anak yang tidak mampu dan akan dilatih dengan sungguh-sungguh untuk mengembangkan potensi mereka. Dia juga akan menjadi pesepakbola Eropa pertama yang mendirikan yayasan di Indonesia dengan nama Giovanni van Bronckhorst Foundation.
Sementara di hari Jumat (24/6/2011) mendatang Van Brockhorst akan melakukan lelang amal di Jakarta, nantinya seluruh dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendirikan yayasan tersebut. Rencananya, akan ada beberapa memorabilia dari sang pemain, termasuk kostum Belanda yang dipakainya di Piala Dunia 2010, yang akan dilelang.
Beberapa kostum dari pemain yang sempat bertukar kaos dengannya pun dikabarkan juga akan dilelang pada acara yang akan berlangsung di Hotel Kempinsky tersebut.
Starbol akan dimeriahkan oleh bintang-bintang sepakbola tanah air, baik yang bermain di ISL maupun LPI. Ajang ini akan dipanggungkan di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (22/6/2011) sore.
Dua tim yang akan bertanding adalah Dream Team of Indonesia (Red Team) dan International Star (White Team). Van Bronckhorst akan bergabung dengan White Team yang akan dilatih oleh pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F. Thiago.
"Saya cukup antusias untuk bermain bersama pemain-pemain lain besok. Semoga kami semua bisa menghibur para penonton," ujar mantan bek Feyenoord, Arsenal dan Barcelona itu di Blitz Megaplex, Pacific Place, Selasa (21/6/2011).
Pria yang akrab disapa Gio itu pun mengaku senang jika bisa mencetak sebuah gol ke gawang Red Team. Apalagi jika golnya seperti yang ia hasilkan ke gawang Uruguay pada semifinal Piala Dunia 2010.
"Saya akan sangat senang jika bisa mencetak gol seperti yang saya lakukan tahun lalu," tukasnya.
Jika Anda mengingatnya, Van Bronckhorst mencetak gol tersebut dengan sebuah tendangan kaki kiri. Ia melepaskannya di sisi kiri lapangan, dari luar kotak penalti, mengenai tiang jauh dan menghujam ke pojok gawang yang dikawal oleh Fernando Muslera.
Gol itu pun disebut-sebut sebagai salah satu gol terbaik pada Piala Dunia 2010.

0 komentar:
Post a Comment
Terima Kasih telah memberi Komentar