Medan - Sepasang suami isteri, Khowito dan Dora Halim, tewas di tempat setelah diberondong peluru oleh tiga pria tidak dikenal. Peristiwa itu terjadi di depan rumah, Jl. Akasia, Nomor 50, Kecamatan Medan Timur, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (29/03/2011) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, penembakan terjadi saat pasangan pengusaha ini pulang berbelanja dari salah satu pusat perbelanjaan di Medan. Saat ingin memasukkan mobil ke halaman rumahnya, tiba-tiba tiga pria tidak dikenal menaiki sepeda motor datang dan langsung melepaskan tembakan berulangkali ke arah korban yang masih berada di mobil. Akibatnya, korban tewas tertembus peluru sebelum sempat keluar dari dalam mobilnya.
Usai melakukan aksinya, ketiga pelaku kemudian melarikan diri secara berpencar. Satu sepeda motor diketahui menuju arah Jl Sutomo Ujung, sedangkan satu lagi kabur ke arah Jl Gaharu Medan.
Pembantu korban, Hana sempat berteriak melihat para pelaku melepaskan tembakan berulang kali dari jarak dekat ke arah mobil majikannya dengan plat polisi BK 33 TO berwarna hitam.
"Saya ketakutan karena mobil bapak diberondong tembakan. Sempat menjerit lalu saya lari ke dalam rumah," kata Hana.
Anak korban juga ikut berteriak histeris melihat kondisi kedua orangtuanya terkapar di dalam mobil hingga menarik perhatian warga sekitar.
Polresta Medan langsung terjun ke lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan 25 selongsong peluru.
Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan, belum diketahui motif pembunuhan pasangan suami istri tersebut. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan.
"Sekarang barang bukti sedang dikumpulkan untuk diteliti," kata Tagam.
Guna penyelidikan lanjutan, jenazah kedua korban kemudian di bawa ke instalasi Rumahsakit Umum (RSU) Pirngadi Medan untuk diotopsi.
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, penembakan terjadi saat pasangan pengusaha ini pulang berbelanja dari salah satu pusat perbelanjaan di Medan. Saat ingin memasukkan mobil ke halaman rumahnya, tiba-tiba tiga pria tidak dikenal menaiki sepeda motor datang dan langsung melepaskan tembakan berulangkali ke arah korban yang masih berada di mobil. Akibatnya, korban tewas tertembus peluru sebelum sempat keluar dari dalam mobilnya.
Usai melakukan aksinya, ketiga pelaku kemudian melarikan diri secara berpencar. Satu sepeda motor diketahui menuju arah Jl Sutomo Ujung, sedangkan satu lagi kabur ke arah Jl Gaharu Medan.
Pembantu korban, Hana sempat berteriak melihat para pelaku melepaskan tembakan berulang kali dari jarak dekat ke arah mobil majikannya dengan plat polisi BK 33 TO berwarna hitam.
"Saya ketakutan karena mobil bapak diberondong tembakan. Sempat menjerit lalu saya lari ke dalam rumah," kata Hana.
Anak korban juga ikut berteriak histeris melihat kondisi kedua orangtuanya terkapar di dalam mobil hingga menarik perhatian warga sekitar.
Polresta Medan langsung terjun ke lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan 25 selongsong peluru.
Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan, belum diketahui motif pembunuhan pasangan suami istri tersebut. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan.
"Sekarang barang bukti sedang dikumpulkan untuk diteliti," kata Tagam.
Guna penyelidikan lanjutan, jenazah kedua korban kemudian di bawa ke instalasi Rumahsakit Umum (RSU) Pirngadi Medan untuk diotopsi.

1 komentar:
Medan Timur memang terkenal dengan Preman2 yg berlindung di balik organisasi kepemudaan (ancaman halus, ikut menjaga keamanan, baru2 kena ancaman halus kebakaran), ada juga bajing loncat, oknum2 dari polantas dan dishub yg memalaki supir2 (kalo sama mobil pribadi, polantas sama dishubnya gak berani), ada juga isu mafia (sebutan utk oknum2 kelas tinggi spt TNI, Polisi Militer) yg memalaki supir di daerah KIM. Kalo permintaan tdk dipenuhi, resiko makan bogem dr mafia2 lontong.
Post a Comment
Terima Kasih telah memberi Komentar