Love is a feeling that we experience in so many different ways toward various people. Love is the ultimate expression of our divinity. It is a way of showing tenderness to our children. Passion to our lover. Love is an emotion that hold the power to heal and strengthen the physical and emotional body.
There have been times that I have expressed deep love and have been hurt. I have never regretted showing love, however, there is a certain level of expectation that it will be reciprocated by the beloved. I have also found love to be the foundation to allow relationships and people to blossom. Just spending time in nature brings me the feeling of overwhelming love and sacredness.
I think many of us feel safe showering our pets and children with love. At least the pets give it back to us with complete unconditionally. Our children go through phases where love is taken for granted. I often experience the overwhelming fullness of love for those that I care deeply about.
Once we allow our hearts to open and reveal the full expression of love it comes with great risk. We have hopes and expectations. We want it to be reciprocated and valued. When we choose to risk our hearts, we take a chance of being hurt or rejected. If we don't risk anything, what is the alternative? Remaining numb and safe.
Love has the power to heal, and, transform. Every expression of love carries in it the seeds of possibilities. When we nurture and honor love it has the ability to lift us up and give us hope, tenderness and affection. Without love we miss out on so much.
So why do we at times reject love? When an opportunity to give or receive love presents itself why do we shut down and hide? It seems that for many of us past experiences can hinder our ability to take a chance. Fear can envelop us to the point that it doesn't seem worth it to take the risk.
I know sometimes love comes with strings attached. It can be smothering, suffocating, controlling and needy. It can carry some all consuming fears if we have been hurt, betrayed, abandoned, rejected, or violated in the past. It can leave us rejecting the very idea of it's implications.
What about self love? Can we love ourselves unconditionally? Can we accept our own flaws and expect others to love us when we cannot love ourselves? What if we are not at our ideal weight? What if we have made mistakes? Can we forgive ourselves? Will others forgive us? What if we're not exactly where we want to be in our lives? Do we still deserve to give and receive love then?
What if we didn't receive the right kind of love from our parents or family? Can another person love us any better? Can we chance experiencing love when there holds the possibility that it may suddenly leave or be taken from us? If we haven't had healthy, safe, and secure love modeled for us we might not know what it should even look or be like.
Fear holds us back, when we are not living in the present moment as the full, unhindered expression of love. It can grow when it doesn't reference the past and how it once was. It can be experienced when it doesn't project into the future as to what it will be. Will love turn out exactly like we want it to? And if it doesn't, is it still worth feeling the love now?
if we can allow ourselves to love our partners, children, pets, parents and friends. If we can deeply and completely love and accept ourselves. If we can fully open our hearts to the full expression of love in all its beauty and forms, how do you think our lives will transform?
Sending you unconditional love and many blessings.....
Friday, August 28, 2009
Love
Jam 1:33 AM 1 komentar
Saturday, April 11, 2009
Word of wisdom: FIRST wife is like the old shoes; tired looking, boring but very reliable, comfortable lah!
Read it.. It will get some motivation key in this story...
Dahulu kala...
Ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri.
Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri.
Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.
Sang raja juga menyayangi isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri kedua karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu.
Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri pertamanya ini meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan isterinya itu.
Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat.
Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir, "Saat ini aku memiliki 4 isteri disampingku, tapi ketika aku pergi, mungkin aku akan sendiri".
Lalu, bertanyalah ia pada isteri keempatnya, "Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku?"
"Tidak akan!" balas si isteri keempat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.
Raja yang sedih itu kemudian berkata pada isteri ketiganya, "Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku?"
"Tidak!" sahut sang isteri. "Hidup ini begitu indah! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali!"
Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.
Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri keduanya, " Selama ini, bila aku membutuhkanmu, kau selalu ada untukku. Jika nanti aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus disampingku?"
"Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu!" jawab isteri keduanya. "Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu."
Lagi-lagi, jawaban si isteri bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya.
Tiba-tiba, sebuah suara berkata:
"Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi." Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya. Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita kekurangan gizi.
Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu, "Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku m asih punya banyak kesempatan!"
Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua mempunyai '4 isteri' dalam hidup kita....
'Isteri keempat' kita adalah tubuh kita.. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat kita meninggal.
Kemudian 'Isteri ketiga' kita adalah ambisi, kedudukan dan kekayaan kita.
Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.
Sedangkan 'isteri kedua' kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita hingga ke pemakaman.
Dan akhirnya 'isteri pertama' kita adalah jiwa, roh, iman kita,
yang sering terabaikan karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu.
Padahal, jiwa, roh, atau iman inilah yang akan mengikuti kita kemanapun kita pergi.
Jadi perhatikan, tanamkan dan simpan baik-baik dalam hatimu sekarang!
Hanya inilah hal terbaik yang bisa kau tunjukkan pada dunia.
Let it Shine!
Jam 9:07 PM 1 komentar
Our Rules - Peraturan Kami
PERHATIAN !!!
Peraturan I :
Kami TIDAK Menerima / Melayani
Peng–AKSES / Hobbies / Pelanggan Iseng / Kolektor
SITUS PORNO
(Situs yg menampilkan baik Gambar maupun Film Porno)
di DREAM NET
Alasan kami :
Selain memperlambat akses internet pelanggan kami yang lain, Dan Melanggar Peraturan Pemerintah, juga
tidak sopan dilakukan di tempat umum ( misalnya : di DREAM NET )
Terima kasih atas Perhatian dan Kerjasama Anda
“ Anda Sopan Kami Bangga ^_^ “


